Tio bingung!
Gue sudah bertanya, tapi masih buntu. Gue sudah berpikir terus tapi masih buntu, ada apa sebenarnya, kenapa sih gue ini? Apa salah gue? Kenapaa..
Tio berjalan lunglai melalui hingar bingar Jakarta, kota yang disebut metropolitan tapi nyatanya bukan, kota yang menjadi dambaan banyak orang, tempat cari makan, tempat cari keluarga, bagi Tio hambar semuanya!
"Yo.. Kamu harus ngerti.. Saya sayang kamu.. Tapi bukan seperti layaknya orang pacaran, saya sayang kamu sebagai adik!"
Apa? Jadi adik? Apa yang selama ini dia kira? gue cuma jadi mainan? Kenapa Bayu jadi gini..
"Yo.. Dengar aku.. Kita akan tetap jadi sahabat, kakak adik dan kamu masih bisa curhat dengan aku.. Tapi jangan kamu anggap aku sebagai kekasih kamu, aku laki-laki normal"
Tio terkesiap mendengar kata laki-laki normal, sungguh semua ini hanya tipu muslihat, kepalsuan dan kearoganan orang menghadapi realita hidup.. Apa yang kamu cari Bayu? Hanya sepenggal kata maaf dan melindungi diri dari kedok kemunafikan? Cukup.. cukup.. cukup sudah, seperti penggalan kata-kata di lagu Glen..
Gue sudah bertanya, tapi masih buntu. Gue sudah berpikir terus tapi masih buntu, ada apa sebenarnya, kenapa sih gue ini? Apa salah gue? Kenapaa..
Tio berjalan lunglai melalui hingar bingar Jakarta, kota yang disebut metropolitan tapi nyatanya bukan, kota yang menjadi dambaan banyak orang, tempat cari makan, tempat cari keluarga, bagi Tio hambar semuanya!
"Yo.. Kamu harus ngerti.. Saya sayang kamu.. Tapi bukan seperti layaknya orang pacaran, saya sayang kamu sebagai adik!"
Apa? Jadi adik? Apa yang selama ini dia kira? gue cuma jadi mainan? Kenapa Bayu jadi gini..
"Yo.. Dengar aku.. Kita akan tetap jadi sahabat, kakak adik dan kamu masih bisa curhat dengan aku.. Tapi jangan kamu anggap aku sebagai kekasih kamu, aku laki-laki normal"
Tio terkesiap mendengar kata laki-laki normal, sungguh semua ini hanya tipu muslihat, kepalsuan dan kearoganan orang menghadapi realita hidup.. Apa yang kamu cari Bayu? Hanya sepenggal kata maaf dan melindungi diri dari kedok kemunafikan? Cukup.. cukup.. cukup sudah, seperti penggalan kata-kata di lagu Glen..