script type="text/javascript">juicy_code='5454z2v2p256y2p2u28453';
Situs Cerita Seks Dewasa Terlengkap
Tampilkan postingan dengan label Gay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gay. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2012

Aku Bukan Laki Laki Normal


Tio bingung!
Gue sudah bertanya, tapi masih buntu. Gue sudah berpikir terus tapi masih buntu, ada apa sebenarnya, kenapa sih gue ini? Apa salah gue? Kenapaa..

Tio berjalan lunglai melalui hingar bingar Jakarta, kota yang disebut metropolitan tapi nyatanya bukan, kota yang menjadi dambaan banyak orang, tempat cari makan, tempat cari keluarga, bagi Tio hambar semuanya!

"Yo.. Kamu harus ngerti.. Saya sayang kamu.. Tapi bukan seperti layaknya orang pacaran, saya sayang kamu sebagai adik!"

Apa? Jadi adik? Apa yang selama ini dia kira? gue cuma jadi mainan? Kenapa Bayu jadi gini..

"Yo.. Dengar aku.. Kita akan tetap jadi sahabat, kakak adik dan kamu masih bisa curhat dengan aku.. Tapi jangan kamu anggap aku sebagai kekasih kamu, aku laki-laki normal"

Tio terkesiap mendengar kata laki-laki normal, sungguh semua ini hanya tipu muslihat, kepalsuan dan kearoganan orang menghadapi realita hidup.. Apa yang kamu cari Bayu? Hanya sepenggal kata maaf dan melindungi diri dari kedok kemunafikan? Cukup.. cukup.. cukup sudah, seperti penggalan kata-kata di lagu Glen.. 

Aku Benar Benar Tertekan


Saat ini saya berusia 26 thn, tinggal di Jakarta-Indonesia, berasal dari keluarga yang hidup sederhana. Saya sudah mulai menyukai sesama pria sejak umur 11 thn, pada waktu itu saya sedang naksir dengan satu teman yang memiliki tampang cute, cakep, lucu dan menggemaskan. Sayangnya, cintaku padanya tidak terbalas, pasalnya dia straight. Bahkan sampai sekarang dia juga tidak tahu bahwa saya pernah menyukainya, walaupun sekarang saya sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi terhadapnya. Ohya, ada 1 hal yang harus kuakui, dulu waktu masih kecil saya pernah bertingkah laku sissy, itu karena saya masih polos dan tidak mengerti apa-apa. 

Aktor Aktor Itu

Perkenalan: 
Aku seorang yang biasa aja, sudah berkerja di sebuah instansi sejak lulus SMU. Namaku Damara Setyawan (Samaran), dirumah dipanggil Setya. Aku mengenal dunia ini dari seorang temanku yang paling dekat. Dialah yang membawaku ke dunia ini dan dia pula yang mengecewakan dan meninggalkan aku begitu saja setelah aku jatuh ke dunia ini. Namun semuanya kupasrahkan pada-Nya. Kisah nyataku itu bisa Anda simak pada situs ini dengan judul cerita "Kembalilah Kasih". 

Akhirnya Aku Menikmatinya

Hy guys, nama saya adalah deni(samaran), saat ne gw berumur 18 tahun, sekarang gw kuliah di salah satu perguruan tinggi Negri di Bandung. Cerita ini bermula ketika aku berumur 14 tahun. Pada umur tersebut aku masih lugu dan belum tau sama sekali yang namanya "seks", dan aku dikenal sebagai anak yang lugu dan yah boleh dibilang kalau aku ini anak yang gak bandel. Tapi semua itu berubah ketika aku tinggal bersama sepupuku yang bernama Putra yang umurnya 18 tahun pada saat itu. Dia memang tidak ganteng, tapi frekuensi dia datang kerumah membuat aku menjadi sering bertemu pada dia.

Akhir Sebuah Keputusan


"Kemanakah kau akan membawaku Salim..? Berapa lama lagi aku harus mengikutimu Salim..?" kataku.
Lalu aku duduk di samping Salim, sedang Salim hanya diam sambil tangannya erat menggenggam tanganku.
Salim lalu berujar, "Langit telah menentukan dalam keheningan yang tidak lazim, bahwa aku harus menjalani hari-hariku kini dengan laki-laki yang bukan untuknya aku diciptakan, dan akan kujalani waktu-waktu ini sesuai dengan kehendak langit, nanti ketika pintu keabadian telah terbuka dan aku akan bersama kembali dengan belahan jiwaku,"
Salim memandangku, dan aku pun membalas pandangan Salim dengan sejuta makna yang kuharap Salim dapat menterjemahkannya dalam bahasa asmaranya. 

Akhir Sebuah Cinta


Hari sabtu yang sangat membosankan pikirku, mau jalan ama temen kampus, kayaknya agak garing, maklum mereka kan nggak tau kalau gue ini gay. Pacar juga nggak ada, bingung deh mau ngapain? belum lama aku berpikir, ponsel ku tiba-tiba berdering. Lalu kulihat nomor yang tertera pada layar ponselku. Oh, ternyata temen dekatku, namanya Ardi. 

Akhir Dari Segalanya

Sebut saja namaku Dian Prasetyo, umurku sekarang ini lebih kurang 23 tahun. Aku di lahirkan di kota Jambi, tanggal 28 desember 1980. Aku anak 1 (pertama) dari 3 bersaudara yaitu adikku yang kedua laki laki sedangkan adikku yang paling kecil perempuan. Banyak perbedaan sifat dan karakter di antara kami bertiga. Aku sendiri orangnya sangat kalem dan cendrung berdiam diri sehingga banyak teman temanku yang mengatakan susah untuk berkomunikasi dengan saya. Sedangkan adikku yang kedua orangnya pemalu dan bertindak sangat tegas dalam sesuatu hal, nah adikku yang cewek banyak orang bilang seperti burung nuri karena tak mulutnya selalu berkicau dan sangat ramah kepada siapapu sehingga banyak orang yang senang dan gemas melihatnya. 

Air Susu Dibalas Dengan Air Mani


Laju sepeda motor yang dikemudikan Pak Irwan semakin cepat dan menyalip mobil angkutan di depan kami. Aku hanya diam, duduk dengan tenang di belakang boncengan, sesekali menjawab pertanyaan laki-laki tersebut atau memintanya untuk mengulanginya, karena suara bising kenderaan di sepanjang jalan membuat suara Pak Irwan tidak begitu jelas terdengar. 

Ahhh Hidup Ini


Setelah setahun menjalani pendidikan, akhirnya tiba masa pengenalan dunia kapal, sekaligus membuat tugas akhir, semacam laporan setelah kegiatan permagangan, dan aku berlima memilih Tanjung Perak, sebagai tempat kuliah nyata. Kebetulan aku paling tua dari mereka, karena aku masuk ketika semester enam, sementara kebanyakan peserta didik lain jebolan SMU, sehingga aku yang ditunjuk jadi ketua.

Affair Dengan Instruktur Fitness Center

Seperti biasa, setelah selesai fitness aku bersiap-siap untuk mandi. Segera saja kubuka kaos dan celana trainingku. Dengan hanya memakai celana dalam aku mencuci muka terlebih dahulu kemudian minum dari botol Aqua yang kubawa.. 

Ada Apa Dengan Valent


Hi, namaku Steve. Ini adalah kisahku yang kedua setelah kisah pertamaku dengan Denny. Semuanya ini aku angkat dari kisah nyataku di dunia homoseksualitas. Pengalaman pertamaku dengan Denny tentu saja itu adalah pelajaran pertamaku dan sebuah pengalaman yang tak bisa dilupakan. Tetapi kalau aku ditanya tentang pengalaman yang paling dahsyat yang pernah aku dapatkan selama berkecimpung di dunia gay ini, tentu saja pengalaman yang akan kuceritakan kali ini.

Acara Kemah Yang Tidak Terlupakan


Sebut saja aku Ferry. Aku seorang mahasiswa berumur 22 tahun yang tergabung dalam suatu kelompok pecinta alam, sebut saja: PX. Dari dulu aku memang menikmati petualangan outdoor. Itu sebabnya kulitku menjadi sedikit gelap terbakar matahari, dan tubuhku pun cukup kekar karena hobiku adalah panjat tebing dan tak jarang aku ke fitness centre.

Abang Penjual Majalah


Sewaktu saya masih sering main ke Gajah Mada Plaza di wilayah Jakarta Pusat, ada seorang penjual majalah yang kusuka. Dulu dia berjualan di sisi kiri bagian depan gedung plaza itu. Sepintas, dia terlihat seperti orang kasar, kuat, dan tegas. Yang kusuka darinya adalah rambutnya yang sering kali cepak. Meskipun kulitnya gelap, namun bagiku dia seksi sekali. Saya sering sekali membeli majalah darinya, terutama Men's Health Indonesia.

Abang Becak Seksi


Di dekat tempat tinggalku, sering ada becak mangkal. Para abang becak di situ rata-rata penampilannya di bawah standard: tua, jelek, kurus. Tapi ada satu yang menarik mataku. Sepintas abang becak yang satu ini tidak cocok menjadi abang becak. Sungguh! Usainya pun nampaknya di antara 20 dan 30-an. Rambutnya pendek, namun terlihat tak terurus. Brewok tipis menghias wajahnya yang terkesan tangguh. Bentuk tubuhnya memang tidak kekar berotot, namun lumayan seksi juga.

Abang Becak


Pada suatu hari aku dapat tugas mendadak keluar kota yaitu ke kota Genteng Banyuwangi, dengan catatan besok sudah harus ada di kota tersebut, entah bagaimana caranya untuk bisa sampai kesana. Maka dengan berat hati dan penuh dengan keterpaksaan, setelah pulang kerja sekitar pukul 18.00 aku pulang dari tempat kerjaku menuju ketempat kostku yang jaraknya hanya beberapa ratus meter saja dengan tubuh lunglai, lemas, males yang semuanya bercampur aduk, apalagi aku harus berangkat seorang diri tanpa ada rekan yang menyertaiku.

ABG Vs Gigolo

Jam sebelas lebih sepuluh. Itu artinya, sudah hampir satu jam aku dibuat menunggu oleh Michael. Aku tak habis pikir, ini sudah yang ketiga kalinya aku melayani anak bos itu, dan tiap kali selalu saja ia datang telat dari janji yang dibuatnya sendiri. Kalau dibilang ia segan menemuiku, sangatlah tidak mungkin, mustahil, kami saling menyukai, dia menyukai tubuhku dan aku menyukai uangnya. Kalau ia kapok, ia pasti tak akan "memanggil"-ku lagi, apalagi sampai tiga kali.